DUNIA VIRTUAL

Matahari menyinari Kota Depok, Angel sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Seperti biasanya ia pasti memainkan handphone nya terlebih dahulu untuk membuka chat dan membalas pesan dari teman-temannya dari dunia virtual itu, angel terkadang lupa waktu ketika main handphone, 5 menit kemudian ibu nya memanggil angel karna dia belum keluar kamar.

“Angel, ayo cepat turun! Ayah sudah nunggu kamu” teriak ibu nya dari lantai bawah

“Iya bu, angel segera turun” sahut angel dari dalam kamar

Setelah menjawab panggilan ibu nya angel segera turun ke lantai bawah untuk berpamitan dan segera berangkat menuju sekolah nya dengan ayah nya. “Bu, angel berangkat dulu ya.. Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam”

Setelah berpamitan dengan ibu nya, angel berangkat ke sekolah dengan ayah nya menggunakan mobil, 30 menit telah berlalu sekarang angel sudah sampai didepan gerbang sekolahnya. Ia mencium tangan ayah nya dan langsung keluar menuju kelas nya. Setelah sampai dikelas dia membuka kembali handphone nya lalu membalaskan satu persatu chat dari teman virtual nya itu, dia suka senyum sendiri dan tertawa sendiri, teman sekelasnya terkadang terlihat bingung ketika melihat angel sekarang. Dan belakangan ini ia sering menghabiskan waktunya dengan handphone kesayangan nya itu.

Pelajaran telah dimulai dan sebentar lagi bel istirahat pun berbunyi. Seluruh murid keluar dari ruangan kelas nya masing-masing dan bergegas menuju kantin, sahabat angel pun menghampiri angel untuk mengajaknya jajan dikantin, tapi angel menolak karena ia lebih memilih handphone untuk berbincang dengan teman virtual nya dibanding dengan sahabat dunia nyata nya.

“Angel, ayo ke kantin bareng!” ajak vania

“Engga deh, kamu aja sana sama keisya” jawab nya dan langsung mengambil lalu mengaktifkan handphone nya.

Vania dan Keisya pun terlihat kesal mendengar dan melihat sikap angel. “Kenapa si dia? Semenjak main roleplayer jadi kaya gini ke kita, emang temen nya di virtual itu lebih asik dibanding kita? Toh, dia juga belum pernah tatap muka langsung sama temen nya itu” jelas Vania.

“Udah Van, gapapa.. nanti kita bilangin ke dia baik-baik supaya ga terlalu candu sama dunia roleplayer nya itu” jawab Keisya seraya mengelus punggung Vania

Setelah percakapan itu selesai, Vania dan Keisya pun kembali ke kelas dan duduk ditempat duduk nya masing-masing. Mereka berdua masih melihat angel yang sedang asik dengan handphone nya itu, wajah mereka berdua terlihat tidak suka kepada angel. Bel pun berbunyi menandakan bahwa seluruh siswa dan siswi untuk kembali ke kelas nya masing-masing untuk memulai pelajar nya seperti biasa. Jam terus berputar, dan sebentar lagi bel pulang sudah mau berbunyi.

Kring..

Kring..

Kring..

(Seluruh siswa dan siswi keluar kelas masing-masing dan langsung bergegas untuk pulang kerumah), angel sudah selesai merapihkan alat tulis nya ke dalam tas dan langsung pergi meninggalkan kelas tanpa menyapa sedikitpun kepada Vania dan Keisya.

“Liat kan? Dia seakan-akan ga anggap kita ada sekarang” kata Vania dengan wajah kesal nya

“Iya Van, kita sekarang udah berasa ga dianggap sama dia” jawab Keisya

“Besok kita diemin aja dia, biar dia sadar”

“Iya Van, ayo pulang”

“Ayo”

Seiring perjalanan dari sekolah hingga sampai di rumah ia pun mulai tersadar akan sifat nya kepada teman-teman nya tadi. tak butuh waktu lama angel langsung menge-chat Vania untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan pertemanan mereka.

Vania, angel minta maaf ya kalo tadi sikap nya cuek sama kamu dan Keisya. Angel terlalu asik chatan sama fambest angel di roleplayer. Jujur, angel belakangan ini kecanduan main rp dan ga peduli sama sekitar, angel mohon maaf banget ya

Iya ngel, tapi lu harus tau mereka asik dengan sifat di roleplayer nya, lu gatau sifat di real life nya jadi lu jangan seakan-akan temen rp lu segala nya buat lu, kita ada disini buat lu ngel kita disini ada siap dengerin lu cerita ataupun yang lain. Lu tau? Semenjak lu main roleplayer itu sifat lu kaya bukan lu lagi ngel, udah beda. Ibu lu aja sempet ngeluh ke gua kalo lu keliatan lagi kecanduan main handphone terus terusan telat makan karna asik nya main handphone. Mulai sekarang perbaiki semuanya, coba perlahan-lahan lupain rp itu, dikasih yang nyata jangan pilih yang halu.

Iya Van, makasih banyak

Ya, sama sama

Setelah meminta maaf kepada Vania dan Keisya, (Angel pun menuju kamar ibu nya untuk meminta maaf).

Tok..

Tok..

Tok…

 

“Ibu? Aku masuk ya”

“Iya”

Angel pun menghampiri ibu nya “ibu, angel mau minta maaf sama ibu karna belakangan ini angel sering main handphone terus, angel tau ini salah. Maafin angel ya bu, angel janji gaakan diulangi lagi”

Ibu nya pun tersenyum lalu mengusap kepala angel dengan lembut “iya sayang gapapa, ibu tau kemarin kamu pasti lagi seneng-seneng nya sama dunia kamu itu. Tapi yang ibu gasuka itu, kamu jadi acuh sama keadaan sekitar kamu”

Angel menunduk “iya bu, angel terlalu asik dan terbawa jauh kedalam permainan itu. Angel bakal lupain roleplayer itu Bu sekarang, karna angel gamau kehilangan temen-temen angel dan juga perhatian ibu dan ayah… Makasih ibu” Angel memeluk ibu nya dan meneteskan air mata nya.

Ibu nya tersenyum dan membalas pelukan angel lalu mengelus pelan rambut belakang anak nya ini.

“Iya sayang, ibu tau kamu pasti bisa berubah”.

 

 

Karya: Audy Azzahra, Siswi MTsN Kota Depok