Generasi Milenial Berani untuk Menulis

Belajar bertumbuh dan berkembang

Oleh: Andreas Rio Pamungkas

Menulis– Menulis merupakan suatu kegiatan untuk membuat suatu catatan mengenai informasi dengan menggunakan aksara.

Generasi milenial adalah generasi emas yang bisa membuat suatu perubahan, sangat disayang kan jika generasi milenial memiliki ketakutan atau ketidak yakinan dalam menulis. Pasti ada rasa takut dan khawatir tentang kalimat atau kata dalam tulisan yang dipandang tidak layak pakai.

Menulis itu adalah sebuah kebiasaan dan keberanian. seorang penulis profesional dulunya adalah seorang pembaca, bahkan mereka juga pernah salah dalam hal menulis.

Menurut keterangan Reka Yuli Maharani S.Pd selaku guru swasta di Depok baru mengatakan ” iya kegiatan menulis harus ditanamkan sejak dini, agar siswa lebih berani dan aktif pada suatu kegiatan pembelajaran, selain dari itu kegiatan menulis dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berpola pikir dan keuntungan lainnya didapat dari penambahan kosakata baru untuk nya, mudah nya siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan dan meningkatkan progres siswa dalam komunikasi”. Ujarnya

Menjadi penulis yang baik bukan tentang siapa yang salah tetapi mengoreksi tanpa lelah. Menulis lah dengan kebiasaan, tanpa kebiasaan kita tidak mengerti bagaimana untuk menulis.

” Seperti kita naik motor, semua berasal dari keinginan dan keberanian untuk belajar, sekali dua kali pasti kita pernah terjatuh, tetapi dengan kebiasaan kita mengerti, bagaimana cara menarik gas motor berdasarkan dengan kondisi yang stabil, tergantung pada situasi dan tempat, kalau di jalan raya kita harus menarik gas 60 km, ketika dijalan kecil kita harus tarik gas 20 atau 10 km.”  Tegasnya

Sama halnya seperti ketika kita menulis semua dari awal mencoba dan semua menjadi terbiasa. Dengan keterbiasaan kita mengerti pada situasi dan tempat dalam penggunaan kata atau aksara yang kita taruh. Menulis memiliki dua kategori yaitu, menulis ilmiah dan menulis karya sastra.

Menulis ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Biasanya Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara berurutan dan sistematis. Biasanya pada tulisan ilmiah bahasa atau aksara yang dipakai merupakan bahasa yang sesuai dengan PUEBI.

Menulis Karya sastra merupakan menulis  yang memiliki daya estetika. Bahasa-nya sendiri yang mudah diketahui oleh pembaca, menulis sebuah karya sastra selalu berorientasi pada aktifitas dan objek yang disukai. Hal-hal yang menjadi kesukaan dan kegemaran sehingga kecintaan terhadap sebuah karya sastra.

Dari menulis bisa mengubah cara berpikir seseorang, bahkan hanya dengan sebuah tulisan seseorang dapat mengubah dunia. Jadilah generasi milenial yang ‘berani, belajar ,bertumbuh dan berkembang’ dalam menulis.