Generasi Muda Karang Taruna Aksara 17 Kota Depok, Studi Banding ke TBM Lentera Pustaka

Minggu (07/02/21), Generasi muda Karang Taruna Aksara 17 kota Depok melakukan kunjungan ke TBM Lentera Pustaka yang di Kaki Gunung Salak, Kota Bogor. Dipimpin Aditya Abdullah (Ketua Katar Aksara 17) dan 24 anggota bertekad menambah wawasan terkait Edukasi Sosial demi mengoptimalkan program kerja Karang Taruna Aksara 17 yang selama ini sudah berjalan selama dua tahun.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam, tiba di TBM Lentera Pustaka generasi muda Karang Taruna Aksara 17 langsung disambut hangat dan diberikan arahan terkait Edukasi Sosial oleh pendiri TBM Lentera Pustaka bapak Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. Bahwa didalam hidup bersosial atau berorganisasi pentingnya komitmen dan kreativitas tata kelola agar dapat direspon positif oleh masyarakat, terutam untuk anak-anak. Sehingga program sosial yang dicanangkan bisa berjalan efektif dan mampu memberikan kemanfaatan yang luar biasa.

“Kami sangat senang berkunjung ke TBM Lentera Pustaka ini. Selain mendapat arahan dan wawasan tentang tata kelola Taman Bacaan dan Edukasi Sosial, kami pun melihat langsung animo anak-anak yang membaca sangat banyak. Luar biasa dan patut diapresiasi, maka kami pun bisa belajar dari TBM Lentera Pustaka untuk mengembangkan aktivitas taman bacaan di wilayah kami” ujar Aditya, Ketua Karang Taruna Aksara 17 Depok.

Dalam kesempatan ini, Karang Taruna Aksara 17 Depok pun melihat langsung antusiasme 135 anak-anak pembaca aktif TBM Lentera Pustaka yang berebut mencari buku dan membaca secara bersuara. Membludaknya anak-anak di taman bacaan ini menjadi tanda adanya tradisi baca dan budaya literasi anak-anak di Desa Sukaluyu, kaki gunung salak Kota Bogor.

“TBM Lentera Pustaka sangat apresiasi studi banding Karang Taruna Aksara 17 Depok ke sini. Gerakan literasi sangat butuh sinergi dan kolaborasi. Agar banyak taman bacaan dibuka di berbagai daerah. Karena taman bacaan adalah satu-satunya sarana yang efektif untuk menghalau gempuran era digital di kalangan anak-anak, baik game online maupun nongkrong yang tidak jelas” kata Syarifudin Yunus, Pendiri dan kepala Program TBM Lentera Pustaka. 

Studi banding ini pun menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun tradisi baca anak. Agar lebih efektif dan tepat sasaran. Selain bersilahturahmi, studi banding ini pun menjadi ajang diskusi dan bertukar pikiran yang produktif tentang pengembangan taman bacaan yang diperankan oleh karang taruna di manapun.

Maka pesan moralnya, karang taruna sebagai generasi muda sudah saatnya terjun langsung untuk berkarya nyata kepada masyarakat. Menuju organisasi karang taruna yang kompak dan mau mengembangkan kebaikan dan aktivitas social yang positif di wilayahnya. Karena masa muda adalah masa penting untuk berjuang untuk menuju tatanan masyarakat yang lebih baik.