“Kejadian yang Tak Terduga”

Dipagi hari pukul 06:30 aku ingin berangkat sekolah diantar dengan ibuku, setengah perjalanan ibuku mampir dipusat perbelanjaan sayuran, ibuku turun dari motor dan membeli sayuran. Sementara aku hanya duduk saja dimotor yang mesinnya masih menyala dan terpakir dipinggir jalan serta dekat dengan kali yang cukup deras.

Sambil menunggu akupun melamun dengan kondisi yang lemas dan tangan yang berpegang pada gas motor, tanpa disadari tanganku tiba-tiba menarik gas motor yang sedang aku duduki hingga motornya melaju tak terkendali. Sampai akhirnya motor yang aku duduki menabrak bak dan terpal yang tepat berada disamping kali, aku pun terpental masuk kedalam kali yang cukup deras, untung saja kalinya tidak terlalu dalam namun dengan kondisi badanku yang lemas air kali yang deras itu mampu menghanyutkan badanku yang sedang lemas.

Dari jarak yang tak terlalu jauh ibuku sangat kaget melihat kondisiku, sontak saja mebuat ibuku bergegas menolong aku hingga rela menyeburkan dirinya kedalam kali, turun menolongku yang tersangkut kayu ditengah derasnya air kali. Dan anehnya disekitaran tempat aku terjatuh banyak bapak-bapak tetapi hanya diam saja seakan-akan tidak terjadi apa-apa, dengan perasaan yang campur aduk ibuku berteriak meminta bantuan kepada semua orang yang ada dilokasi kejadian.

Untung saja aku masih bisa bertahan dengan posisiku saat itu, orang-orang disekitaran lokasipun langsung menolongku karena mendengar teriakan ibuku, lalu aku diangkat ke atas dengan kondisi kaki dan tangan sebelah kanan yang tidak berdaya. Dengan sangat hati-hati, orang-orang yang menolongku langsung membawa aku pulang kerumahku.

Setibanya dirumahku, kakakku yang berada dirumah langsung kaget dan terkejut melihat keadaanku seperti itu, raut muka yang sangat sedih menghantarkan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang sudah menolong aku dan mengantarkanku pulang kerumah. Kakaku dan mamahku menangis melihat keadaan aku saat itu dan berusaha untuk mengobati dengan memangil tukang urut yang sudah dikenalnya.

Karena tubuh yang sudah sangat lemah dan tidak bisa apa-apa, akupun dimandikan. Setelah dimandikan badanku direbahkan untuk istirahat sambal menunggu tukang urutnya. Mengingat kejadian musibah itu aku sudah pasrah, untung saja ada bidadari penolong yaitu mamahku. Ia rela meninggalkan barang-barang belanjaannya didalam kali demi menolong aku, sangat besar pengorbanan ibu untuk anaknya. Peristiwa ini membuatku semakin bertambah rasa syukurku kepada sang pencipta dan aku sangat sayang ibuku.  

Narasi

Karya : Viyona Sekar Ayu