Kenangan dan Penantian

apa salah air mata ku?

dikira penuh dengan khayalan,

hanya buruk sangka yang terlontar,

tak tahu rasa dibalik tetesan nya

apa salah air mata ku?

ia mengalir memikirkan takdir,

perpisahan tiba tiba tanpa alur sesuai harapan,

ku berpasrah, berharap hal yang terbaik.

 

kau, tak ku paksa dengan perasaan yang sama,

sudah terlalu bersyukur akan segala yang pernah terjadi,

kenangan, indah, bermakna

selalu berdampingan dengan namamu saat dikenang.

 

percayalah kawan,

hari esok masih ku nantikan,

pertemuan masih ku harapkan,

terulangnya kenangan indah selalu ku do’a kan.

jangan lupakan ku dan kenangan.

Oleh : Fauziah Indriati