Liburan Kaum Kecil bukan Kaum Kerdil

Liburan kaum kecil bukan kaum kerdil, liburan sederhana kaum kecil lebih asik didengar daripada liburan mewah kaum kerdil. Apalagi liburannya terjadi menjelang akhir tahun 2018 liburan tanpa terencana matang namun terealisasi dengan hangat. Dengan buget ketat ala tempe mendoan tipis tak berlapis, banyak pun tak begaris, hanya dikumpulkan cukup untuk membeli  ayam untuk menemani malam dan kopi untuk menyambut pagi.

Liburan kaum kecil bukan kaum kerdil, Tak perlu mewah asal meriah, penuh canda, penuh tawa, penuh sumringah. Asal pulang pergi selamat, pada sehat dan semua sepakat, yuk berangkat. Tanpa pikir panjang kali lebar agar cepat terlaksana. Bermula dari keresahan hidup dan rutinitas pekerjaan yang begitu gitu saja, memang sudah dijalani, disyukuri dan di nikmati tetapi perlu ada yang upgrade atau refresh baik pikiran atau aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan.

Maka tercetuslah liburan bersama dengan sahabat lama yang penuh makna, dengan modal seadanya tak lama langsung reservasi villa didaera h gunung bunder pamijahan bogor  dan alhamdulillahnya villa nya kosong sesuai tgl yang di inginkan yaitu sabtu 22-23 desember 2018 tak cakap lama langsung dipesan untuk 2 hari 1 malam. Memang dasar liburan kaum kecil modal pas-pasan yang penting bisa bercerita berbagi senyuman dan harapan setelah lama tak berjumpa bersamaan.

Seminggu setelah menanti hari liburanpun tiba, sahabat saya rendi mebawa istri dan anaknya yang belum lama lahir masih unyu-unyu namanya de khanza, sahabat saya ajat juga membawa istri dan anaknya si juna yang ganteng dengan mata sipitnya,  dan sahabat saya satu lagi bebenk juga membawa istrinya yang baru dipinang beberapa bulan lalu, masih hangat lah pengantin baru. Dan saya cukup sendiri saja, tak takut kesepian karena mereka semua pasti ada saja bahan candaan yang bisa jadi tertawaan dan saya pun tak menghiraukan kenapa saya pergi sendirian yang penting have fun.

Kami pun berangkat bersamaan, menggunakan sepeda motor berboncengan, beriringan dengan penuh kebahagiaan. Namanya juga liburan kaum kecil apa pun kendaraannya tak jadi masalah yang penting sesuai moto “pulang pergi selamat, pada sehat dan semua sepakat, yuk berangkat” tiga jam perjalanan kami pun tiba di villa. Sejenak beristirhat lalu menyiapkan bakaran untuk mematangkan ayam yang sudah dibeli sebelum berangkat lengkap dengan bumbunya. Tak lupa buat para istripun menyiapkan beras lalu memasaknya untuk hidangan malam. Selasai ayam dibakar dan nasi pun matang tak lama lagi langsung santap makan malam yang ala kadarnya. Kenikmatan malam itu pun menjadi yang luar biasa bukan karena sajiannya melainkan perut yang memang sudah lapar, ditambah makan bersama yang sudah lama tak terlaksana. Wajar saja makan ala kadar malam itu menjadi nikmat yang luar biasa yang akan menjadi kenangan yang mungkin tak terlupakan.  

Setelah perut terisi kenyang, waktunya menikmati malam dengan dingin yang menghampiri ditemani dengan seduhan teh panas yang begitu menggugah hati. Sahabat pun mendekati, kala itu suasana tak terkendali  semua bercerita tanpa merasa gundah, tawa pun menjadi pecah karena kisah lelucuan yang disajikan. Satu persatu meberikan harapan untuk masa depan yang tak mungkin dilewatkan diselingi dengan candaan membuat malam itu menjadi keseruan yang bikin lupa ingatan. tak terasa menjelang pagi.  Setelah menyadari waktu hampir pagi satu persatu kembali kevilla beristirahat untuk menyambut esok pagi.

Pagi pun datang dengan matahari yang menawan memberikan kesejukan, burung-burung pun menari diranting pohon yang basah karena embun yang begitu menyehatkan, pagi ditemani segelas kopi panas yang rasanya berbeda ketika kunikmati di ibu kota. Suasana pagi yang sangat menyegarkan pikiran dan perasaan membuat diri ini ingin tinggal lebih lama, namun apa daya realitanya hidup adalah perjalanan jangan terlalu larut dengan kesenangan. Tuhan maha besar dengan segala ciptaanya, alam yang begitu indah dan begitu mempesona membuat mata enggan terpejam. Disisi lain semua keindahan menjadikan manusia tak berarti apa-apa, manusia kecil yang takkan sebanding dengan segala kebesaran ciptaannya hati pun tertegun malu.

Sampai pagi itu menghilang berganti menjadi siang, sahabat bergegas pulang. Waktunya kembali kerumah dan ibu kota yang usang. Usai sudah liburan kaum kecil bukan kaum kerdil, kaum kecil yang selalu memikat hingga akhirat. Jangan resah atau gelisah liburan kaum kecil lebih memberi arti dari pada liburan kaum besar yang hanya hura-hura. liburan kaum kecil bukan kaum kerdil, sahabat tetaplah menjadi kaum kecil yang menyenangkan jangan pernah berpikir menjadi kaum kerdil atau besar yang menyebalkan.