Tekad Pemuda Indonesia

(saat matahari menyinari wajahku membuatku semakin bersemangat untuk melangkah mencari ilmu dan membuat kenangan hari ini)

Andi:”bu”(sambil mengikat tali sepatu)
Ibu:”ini bekalmu,jangan lupa dimakan”
Andi:”terimakasih bu”(mencium tangan ibu lalu bergegas pergi)
Ibu:”hati hati di jalan nak”
Andi:”tentu bu”

(saat andi sedang berjalan ia tidak melihat ada satu pun yang memasang bendera merah putih di sudut rumahnya)

Andi:”baru saja kemarin bendera berkibar saat mempringati 17 agustus …lalu mengapa hari ini terasa biasa lagi apakah bendera itu hanya dapat di pasang saat hal penting saja? memangnya salah kalau bendera bisa lebih mempercantik tiap sudut rumah? bagaimana ingin menjaga rasa nasionalisme kalau hal seperti ini saja seringkali terjadi.

(tiba tiba ada seseorang yang memanggil andi ya ternyata itu adalah wendi teman sebangku andi)

Wendi:”pagi andi”(merangkul andi)
Andi:”pagi wendi”
Wendi:”bagaimana dengan harimu saat ini?”
Andi:”ya sedikit menyenangkan”
Wendi:”apakah kau sudah menyiapkan karyamu untuk mempringati hari kemerdekaan “
Andi:”tentu..lalu bagaimana dengan mu”
Wendi:”ya aku sudah menyiapkan karyaku”

(saat mereka sedang berjalan tiba tiba ada pesawat kertas yang menghampiri kaki andi)

Andi:”apa ini”(membuka kertas tersebut)
Wendi:”teks sumpah pemuda”
Andi:”punya siapa ini”

(tiba tiba ada seorang pemuda mengambil kertas yang sudah terlanjur ku pegang ini)

Rizky:”maaf kak bila mengenaimu..itu adalah kertas ku”
Andi:”siapa namamu”
Rizky:”namaku rizky”
Andi:”kau hanya mengahafalnya?”
Rizky:”ya kak..ini untuk tugas yang akan ku bacakan di depan kelas nanti”
Andi:”kau hanya menghafalnya tetapi tidak kau tanamkan dalam hati”
Rizky:(menundukan kepalanya)
Andi:”dengar,kamu tahu kan kalau karakter pemuda adalah cerminan bangsa”
Rizky:”tentu kak”
Andi:”pemuda sekarang sudah melupakan semangat nasionalisme begitu bukan”
Rizky:”tapi kak menurut saya tidak semua pemuda melupakan rasa nasionalisme.pemuda dulu berjuang untuk bangsanya dengan senjata.tetapi sekarang kan indonesia sudah merdeka”.
Andi;”tetapi pemuda sekarang lebih mengagungkan negara lain. contoh hal kecil yang saya akan beri tahu apakah anda melihat akun profil game apapun yang pasti ada orang indonesia yang mengubah bendera meraka menjadi bendera lain. benarkan?apa alasanya?apa lebih keren bendera asing dibanding dengan bendera negaranya sendiri? malu pakai bendera indonesia? dari situ sudah keliatan kalau tidak ada rasa nasionalisme yang mereka punya”

(pemuda itu pun hanya terdiam dan tidak bisa berkata kata)

Andi:”jangan sampai kau menjajah negara mu sendiri. para pahlawan untuk menaikan bendera saja harus merenggang nyawanya. lalu bila kau ada di sana apa yang terpikir olehmu?
Rizky:”maafkan saya kak”(menunduk)
Wendi:(memegang bahu andi)
Andi:(tersenyum)”tidak perlu di pikirkan. asal kau mempunyai tujuan untuk membangun negerimu menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kemerdekaan indonesia”
Rizky:”baik..kak..terima kasih”
Wendi:”sepertinya kelas mu sudah masuk”
Rizky:”astaga…aku melupakanya”
Andi:”pergi dan bacakan teks mu dengan sepenuh hati”
Rizky:”baik..terima kasih dan sampai jumpa”
Wendi:”dahh”
Andi:(tersenyum)
Wendi:”kau hebat bung”(merangkul andi)
Andi:(tersenyum)”itulah aku”
Wendi:”(tertawa)
Andi:(tertawa)

Pesan:”jadilah dirimu sendiri dan jadikanlah dirimu manfaat untuk orang lain ..jadikan rasa nasionalisme mu menjadi karya untuk dirimu…. jangan sampai kau menjadi tamu di negrimu sendiri.

 

 

 

Cerpen

Karya : Nadyahafachiara