TRAGEDI KAPAL 17845

Karya : Andreas rio pamungkas

Kapal ini harga Mati tidak bisa dibeli

Kapal indah
Khusus dengan orang punya

kapal ini banyak peraturan
Tapi tenang peraturan dikapal ini bisa di tawar sesuai harga diskon yang di jual

Kapal ini bersamboyan dan berpilar Arjuna
Gagah berani dan Menghormati
Katanya.

Kapal ini memililki slogan demokrasi
Bisa menyuarakan dan mengkritisi

Dibagian depan Kapal Terdapat kotak kosong bertuliskan

“Kritisi dengan Pujian kalo diluar itu dianggap penghinaan, barang siapa yang menghina siap akan dibawa pada jeruji besi kalau tidak hilang ditengah Lautan’

Kapal ini sangat baik dan mengagumkan

Siapapun bisa tinggal dikapal ini
Harga tiket dikapal ini tidak mahal dan juga murahan.
Berlayar dengan satu tujuan cuman ketika ada hambatan di tengah lautan siap menerima.

Dia yang punya uang bisa bertahan
Kalo tidak akan jadi pelayan atau dibuang ditengah lautan

Berdasarkan penemuan nya kapal ini terbentuk dari 3 lempeng kayu rotan yang sangat kuat.

Kayu ini diambil dari tempat bujur Barat
Pulau yang berpenghuni menyeramkan
Selain dari itu Perahu ini dibuat bedasarkan karya semesta yang ditemukan oleh manusia

Awal mula manusia menduduki perahu ini
Hanya bermodal kan bambu dan arah navigasi kain angin yang berwarna Putih

Tiba saat-Nya Kapal ini bisa bergerak hanya saja lambat
Karna nahkoda kita terlalu banyak
untuk menggerakan kapal ini

Masing masing nahkoda menggunakan bambu yang dinamakan (Dayung)
Suatu ketika perahu kita dibajak oleh orang berkulit putih rambut pirang muka merah

Perahu ini dibajak selama 3 kali pergantian periode manusia
Semua penumpang di perahu ini dipaksa nelayan sampe mendapatkan ikan yang banyak, kalau tidak akan dijeburkan ditengah lautan menjadi umpan ikan buas
Kain pada kapal sebagai alat navigasi arah yang tadinya berwana putih menjadi kemerah merahan, karena darah yang bercucuran dari para penumpang

3,5 musim kemudian datang sekelempok pembajak berkulit putih bertopi sapi
Mereka pembajak handal seluruh bagian sudah hampir ia kuasai

Tiba pada saat-Nya kapal ini banyak tejadi pembantaian masa yang dilakukan kelompok pembajak bertopi sapi dengan pembajak berkulit putih wajah merah.

Darah bertumpahan demi keberhasilan menduduki kapal ini
Penumpang bersorak sorai, Ada yang menyebutnya dia lah sang penyelamat, ada pula yang menyebutnya dialah pahlawan

Tak disangka pembajak ini ternyata datang lebih kejam daripada pembajak berkulit putih muka merah.
Banyak pemerkosaan masal didalam kapal
Pembunuhan hingga pekerjaan paksa

Sehingga kain putih pada kapal yang tadinya berwarna merah pudar dibagian bawah, saat ini menjadi merah menyala.

Tiba saat nya kapal mereka di serang oleh sekelompok orang dari arah timur samudra pasifik dengan rudal yang amat seram sehingga membuat setengah badan kapal pembajak hangus terbakar dan banyak korban jiwa yang tewas

Pembajak menyerah
Menyerah bukan kalah ama kita
Menyerah karna sekelompok orang dari timur Pasifik
Tetapi sebelum mereka meninggalkan kapal ini mereka memberikan mesin kapal ini dan memberikan pelajaran pada salah satu orang untuk menggerakan mesin ini
Agar Kapal ini digerakan satu Nahkoda saja yang membuat kapal ini berjalan dengan cepat