Workshop A.D.M (Anak Depok Menulis) 2.0, bukti Kota Depok Gaungkan Literasi

Kota depok terus upayakan menjadi kota yang cerdas akan literasi, terutama pada literasi baca dan menulis. Untuk membangun tradisi atau budaya literasi memang dibutuhkan tindakan nyata, butuh juga  sikap konsisten untuk terus mengajak dan terus mengkampanyekan budaya literasi. 
 
Salah satu bukti tindakan nyata kota depok ialah dengan adanya acara Workshop A.D.M (Anak Depok Menulis) yang diselenggarakan oleh Dinas Bidang Arsip dan Perpustakaan yang bekerja sama dengan Relawan Taman Baca Masyarakat pada hari rabu, 26 Juni 2019 di Ruang Teater perpustakaan Margonda Depok. Acara workshop yang dikhususkan untuk anak-anak usia 7-16 tahun berlangsung selama kurang lebih 3 jam dipandu oleh ka Fita (Penulis buku anak), anak-anak diberikan materi bagaimana cara menulis dengan mudah.
 
“Minat baca harus ditumbuhkan dari anak-anak, minimal setelah membaca mereka harus bisa menulis. Dari minat lama-lama anak menjadi terbiasa, dari terbiasa akan menjadi budaya. Setidaknya dari kegiatan menulis ini mereka membutuhkan refrensi nah, dari refrensi mereka akan mencari cari buku bacaaan lalu mereka membaca. Yaah minimal mereka membaca hasil tulisannya, begitulah anak tangganya agar mereka tumbuh dengan budaya literasi” ujar Catur Sri Kepala Bidang Perpustakaan Kota Depok.
 
Sebanyak 50 anak dari berebagai daerah yang ada dikota depok mengikuti Workshop dengan antusias yang sangat tinggi, workshop kali ini anak-anak juga bukan hanya diberikan materi bagaimana cara menulis, menuangkan gagasn atau ide kedalam bentuk tulisan tetapi anak-anak juga diharuskan langsung praktik menulis apapun yang mereka ketahui dan alami pada dirinya atau dilingkungan sekitarnya. 
 
Setelah anak-anak berhasil menuangkan ide dan gagasannya, maka hasilnya itu akan dikumpulkan dan akan dijadikan buku serta diterbitkan dalam bentuk buku antologi yang memiliki ISBN dan terdaftar di Perpustakaan Nasional RI.
 
“Saya hanya ingin menjembatani minat anak-anak diwarga depok untuk berani menuangkan ide dan gagasan kedalam tulisan lalu dijadikan buku. Dan dengan diterbitkannya kedalam buku agar anak-anak percaya diri dan memiliki rasa bangga karena nanti nama mereka akan ada dibuku seperti Workshop A.D.M (Anak Depok Menulis) yang pertama” tutur dari Baron selaku Kordinator Acara yang juga sebagai Relawan Taman baca Masyarakat.
 
“Workshop  A.D.M (Anak Depok Menulis) kali yang kedua, sebelumnya yang pertama sudah ada dibulan oktober 2018, dan acara ini bukan event tapi kita mau jadikan program. Syukur syukur dari acara ini kota depok bisa menjadi contoh untuk kota-kota lain.”tambahnya. Selain tulisan yang sudah jadi akan dijadikan atau dicetak menjadi buku, anak-anak yang dapat menyelesaikan menulisnya pada hari itu dan berani membacakan karya tulisnya dapat hadiah buku dari ka Fita selaku pembicara pada Workshop tersebut.
 
“Acaranya sangat seru, saya jadi dapat pengetahuan dalam penulisan. Saya juga jadi termotivasi untuk menulis karena dengan menulis nanti bisa jadi terkenal” tutur Zubair salah satu peserta Workshop  A.D.M (Anak Depok Menulis).